PESTISIDA NABATI

MINDI

( MELIA AZEDARACH, L.)

SEBAGAI PESTISIDA NABATI

MINDI ( Melia azedarach,L.) merupakan tanaman bercabang dengan tinggi mencapai 20 meter, tumbuh pada ketinggian 1 – 1.000 m dpl. Kulit batang berwarna coklat tua. Daun majemuk menyirip ganda, tumbuh berseling dan panjang tiap tangkai 20-28 cm. Anak daun berbentuk bulat telur, tepi bergerigi, ujung runcing, pangkal membulat atau tumpul, panjang 3 – 7 cm, lebar 1,5 – 3 cm. Warna permukaan atas hijau tua dan permukaan bawah hijau muda. Bunga majemuk bentuk malai, panjangnya 1 – 20 cm, dan keluar dari ketiak daun. Perbanyakan tanaman dilakukan dengan biji.

OPT sasaran

Tanaman ini dapat dimanpaatkan sebagai bahan pestisida nabati untuk mengendalikan kutu Myzus persicae, belalang ( Semua jenis termasuk belalang kembara Locusta migratoria), nematode Meloidogyne, penyakit bercak daun Helminthosporium sp,. wereng batang coklat (WBC) dan wereng daun hijau (WDH), ulat grayak Spodoptera litura, Hama gudang seperti Tribolium castaneum, dan sebagainya.

Bagian tumbuhan yang digunakan

Bagian tumbuhan yang digunakan adalah daun dan biji dengan cara dihaluskan lalu mencampurnya dengan air.

Daun dapat menghambat susunan syarap serangga dan mengganggu system respirasi/ pernapasan serta dapat menolak serangga.

Cara Aplikasi

Penyemprotan atau pengolesan pada bagian tanaman yang terdapat OPT. Biji mindi dengan konsentrasi 5 % yang dilarutkan dalam air dan ditambah sedikit detergen dapat digunakan sebagai Insektisida. Sekitar 50 gram daunnya yang direndam dalam satu liter air dengan sedikit detergen dan diendapkan semalam dapat digunakan sebagai Insektisida. Tepung daun atau biji pada konsentrasi 1 – 2 % dapat mengendalikan hama gudang. Untuk aplikasi pengolesan dilakukan pake kuas.

Cara membuat ekstraksi bahan segar

  • Bagian tumbuhan segar ( Daun, buah,biji) dibersihkan dari kotoran yang melekat , dicuci kemudian ditumbuk dan dicampur dengan air dengan perbandingan 25 – 100 gram/ltr air.
  • Larutan langsung dipakai atau disimpan selama 12 – 24 jam.
  • Larutan disaring agar tidak terdapat kotoran yang menyumbat nozel alat semprot.
  • Masukan larutan kedalam tangki semprot ( Sprayer) untuk segera diaplikasikan.
  • Waktu aplikasi pada pagi hari atau sore hari pada pukul 16.00-17.30.

Pengembangan pestisida nabati di provinsi Banten tidak terlepas dari strategi Perlindungan Tanaman yang dikomandoi oleh BPTPH Distanak Prov. Banten dengan jajaran petugas POPT sebagai ujung tombak dan berkolaborasi dengan para petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

Strategi yang di lakukan  melalui serangkaian kegiatan antara lain:

  1. Identifikasi dan explorasi tumbuhan yang berpotensi sebagai pestisida nabati.
  2. Pemisahan dan identifikasi senyawa aktip.
  3. Pengujian kemampuan daya bunuh (mode of action), daya racun terhadap organism bukan sasaran dan sifat – sifat lingkungannnya, serta kemungkinan bentuk formulasi yang efektip untuk aplikasi.

Melalui tahapan- tahapan tersebut diatas diharapkan diperoleh pestisida yang jelas sfesipikasinya sehingga dapat dihasilkan produk yang dapat dimasyarakatkan.

Untuk pengembangan pemanfaatan  pestisida nabati diperlukan percobaan demontrasi yang berskala spesifikasi lokasi. Disamping itu diperlukan  upaya- upaya untuk memberikan pengertian “ bahwa pestisida nabati lebih murah dan aman disbanding dengan pestisida sistemik. Kegiatan identifikasi dan inventarisasi perlu terus dilakukan untuk mengetahui ketersediaan jenis tanaman, populasi dan lokasi tanaman sebagai upaya pengembangan pestisida nabati..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: